Jumat, 20 Februari 2015

PUISI



Mentari Tak Pernah Tidur
Embun pagi basahi rumput hijau
Kaumelangkah semangat menuju ladang yang menunggu garapanmu
Tanpa penangkal sinar matahari
Menyengat badan dan menggoda keringatmu
Ketika sang surya tepat di atas kepala
Kau masih membungkuk
Ketika mentari mulai bersembunyi
Baru kaumanjakan tubuhmu yang semakin terlihat tak tegap
Beralaskan tikar yang tak terlalu indah
Kauberbaring melepas lelah
Meski mentari tak lagi terlihat
Namun mentariku tak pernah tidur
Selalu pancarkan sinarnya
Anugerahi hatiku yang kian bangga
Meski matahari tak lagi menyilaukan
Cahayamu tetap hidup di hatiku
Terangi gelapnya hariku
Bundaku yang ayu…
Jadilah penunjuk arah bahagiaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar