Taubat
Hampir
di tiap malam
Dalam
kamar tak ada sapaan untuk-Mu
Hawa
panas pengap menaungi bilik
Dalam
hampa tak ada nyanyian memecah sepi
Ketidakpedulian
angkara pada surga
Merajakan
hati pada murka
Tangan
tak lagi memirit butir-butir kecil yang terkalung
Neraka
seolah menjadi barang penghibur
Sekian
lama tikar kain bersih tak tergelar
Rindu
mendera semak belukar
Selang
nista menjelaga dada
Menghempas
perih mengutuk yang menggoda
Awan
biru menganak sungai
Menengadah,
memohon….
Ketulusan
cinta-Mu t’lah kuabaikan
Kini
dzikir mengalun dalam helaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar