Jumat, 20 Februari 2015

PUISI "TAUBAT"



Taubat
Hampir di tiap malam
Dalam kamar tak ada sapaan untuk-Mu
Hawa panas pengap menaungi bilik
Dalam hampa tak ada nyanyian memecah sepi

Ketidakpedulian angkara pada surga
Merajakan hati pada murka

Tangan tak lagi memirit butir-butir kecil yang terkalung
Neraka seolah menjadi barang penghibur

Sekian lama tikar kain bersih tak tergelar
Rindu mendera semak belukar
Selang nista menjelaga dada
Menghempas perih mengutuk yang menggoda

Awan biru menganak sungai
Menengadah, memohon….
Ketulusan cinta-Mu t’lah kuabaikan
Kini dzikir mengalun dalam helaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar